Pelarangan Mudik dengan Menggunakan Motor Matic !

Mudik Pakai Skutik

Motor matic memang menggoda, Fungsionalitas plus banderolnya yang terjangkau memang sulit untuk ditolak. Setidaknya itulah yang membuat skutik – begitu sapaan akrab motor ini menjadi penguasa penjualan sepeda motor di Indonesia. Fungsinya juga diluar dugaan, mulai dari aktivitas sehari-hari, touring, berbelanja, hingga Mudik lebaran !

Namun, Kini ada anjuran yang baru lagi dari Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) Kabupaten Banyumas, Agus Sriyono, tentang himbauan untuk tidak menggunakan motor matik saat masa-masa mudik lebaran. Berikut isinya :

“Pemudik bersepeda motor sekarang banyak yang menggunakan sepeda motor matic yang mempunyai ukuran ban lebih kecil dari sepeda motor biasa,”

Menurut Dishubkominfo, Ban berukuran kecil berbahaya jika digunakan untuk perjalanan jarak jauh karena tidak bisa meredam guncangan pada kondisi jalan yang berlubang. Berdasarkan pantauan di lapangan, kecepatan sepeda motor matic relatif tinggi atau rata-rata di atas 70 kilometer per jam sehingga akan terpelanting ketika berusaha menghindari lubang meskipun hanya lubang kecil.

Selain itu, sistem pengereman sepeda motor matic tidak bisa spontanitas serta memiliki mesin dengan kapasitas besar atau di atas 100 cc.

“Ini menjadi suatu permasalahan kenapa pemudik sering terlibat kecelakaan. Ini mungkin karena mereka tidak tahu kondisi lingkungan sekitarnya atau daerah-daerah yang dilalui sehingga mereka bisa terlibat kecelakaan,”

Kesimpulannya, Motor matic dirasa berbahaya karena cenderung memakai ban kecil dan tingkat pengereman yang kurang (dan itu faktanya). Sebenarnya pemerintah sudah menganjurkan untuk mudik tidak memakai motor, bahkan pemerintah juga menghimbau kepada para ATPM motor menyediakan truk ekspedisi untuk mengangkut para pemudik sehingga mudik menjadi aman dan nyaman, banyak juga perusahaan atau insatansi lain sekarang menyediakan bus gratis untuk mudik.

Jadi, Untuk mudik lebaran nanti, memang lebih baik dan bijak untuk memanfaatkan moda transportasi selain motor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *